Latest Post

Jangan baca artikel ini jika ingin hidup susah dan miskin
Masih melekat dalam ingatan saya ketika seorang motivator dari arminareka mengatakan " sukses dan kaya itu faktor mindset saja". Pak Alam (univision) sendiri pernah menulis tentang jika ingin sukses anda harus mempunyai pikiran  positif tentang produk, perusahaan dan bisnis yang anda jalani.

“Hidup ini tidak hanya sekedar memikirkan harta mas…..ngapain punya tabungan milyaran kalau tidak bahagia, malah membuat anak-anak saling berebut harta. Hidup itu secukupnya saja, yang penting bahagia. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”

 
Error #1 : Mental Block.
Komentar seperti diatas sejatinya merefleksikan “alam bawah sadar” yang bernaung dibalik pikiran sang komentator.
Dan ini yang muram, bahasa alam bawah sadar yang muncul dari kalimat itu adalah ini : kekayaan adalah sesuatu yang tabu dan layak dijauhi.
Dan persis disitu masalahnya : alam bawah sadar itu bersifat laten dan amat powerful. Dan ketika alam bawah sadar itu berisikan sikap apriori terhadap harta, maka raga hidup nyata kita benar-benar akan dijauhkan dari harta dan rezeki.

Dengan kata lain, alam bawah sadar yang laten itu diam-diam menjadi “mental block” bagi raga kita untuk “berdekatan dengan harta dan kekayaan”.
Ini soal serius. Sebab jika alam bawah sadar kita bersifat apriori terhadap harta/rezeki, maka itu yang kemungkinan besar menjadi penyebab kenapa selama ini hidup kita stuck – going nowhere.

Berkali-kali saya sudah menulis tentang the power of mindset : tentang kekuatan tersembunyi dari pikiran kita. Jika pikiran kita bersikap terbuka dan apresiatif terhadap harta dan kekayaan, akan ada kekuatan positif yang akan mendekatkan kita dengan sumber-sumber rezeki yang tak terduga.

Sebaliknya, jika pikiran – apalagi alam bawah sadar kita – bersifat apriori terhadap harta (seolah-olah harta itu sumber keburukan) dan karena itu layak dijauhi, maka pikiran negatif itu akan memberikan sinyal pada alam semesta. Sinyal kuat agar hidup nyata Anda benar-benar dijauhkan dari harta dan rezeki.
Itulah kenapa kita harus berhati-hati dengan komentar seperti diatas.

Jika Anda sering berkomentar atau setuju dengan komentar seperti diatas, mungkin itu salah satu sebab kenapa : karir Anda mentok, gaji Anda ndak naik-naik, penghasilan pas-pasan, atau mau usaha tapi ndak kunjung sukses atau ndak berani memulainya.
Sebab alam bawah sadar Anda memang tidak menghendaki Anda untuk sukses dan bisa mengumpulkan tabungan sebesar 3 milyar.

Error #2 : Prasangka Negatif.
Mari coba kita baca ulang petikan tipikal komentar tadi :
“Ngapain punya tabungan milyaran kalau tidak bahagia, malah membuat anak-anak saling berebut harta. Hidup itu secukupnya saja, yang penting bahagia. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”
Kalimat dalam komentar itu sungguh pekat dengan prasangka buruk dan kedengkian.

Prasangka buruk bahwa seolah-olah harta hanya akan membawa ketidakbahagiaan dan masalah. Kedengkian yang amat halus : biar saya tidak sekaya mereka, tapi lihat, mereka hidupnya tidak bahagia.
Dan kalimat itu bukan saja pekat dengan prasangka buruk dan kedengkian, tapi juga ngawur : membuat generalisasi seolah-olah semua orang kaya pasti bermasalah dan tidak bahagia (jika komentatornya dulu ikut mata kuliah Statistik, pasti tidak akan lulus).
Nyatanya, puluhan riset empirik dengan ratusan ribu responden menunjukkan sebaliknya : kondisi finansial seseorang merupakan salah satu elemen paling kunci dalam menentukan kenyamanan dan kebahagiaan hidup.

Simpel saja : ke kantor dengan naik Fortuner sambil di-setir driver itu rasanya kok lebih nyaman dan happy dibanding harus pakai sepeda motor (kehujanan lagi) atau berjejalan di metro mini. Kalau ada yang bilang, berjejalan naik metro mini lebih membahagiakan, maka ada dua kemungkinan : orang itu sedang menghibur diri supaya hidup tidak makin pahit. Atau orang itu sedang halusinasi.

Tapi poin yang lebih serius adalah ini, komentar “…..ngapain hidup kaya, kalau hidupnya tidak bahagia” – menunjukkan kesombongan (seolah-olah gue pasti lebih happy dibanding mereka) dan prasangka buruk (seolah-olah banyak harta pasti akan membawa masalah – sebuah pikiran yang ajaib).
Dan kita tahu : kesombongan dan prasangka buruk (apalagi yang dibungkus dalam kalimat yang sok suci dan bijak) adalah resep yang akan kian menjauhkan kita dari rezeki yang berlimpah.

Error # 3 : False Assumption.
Kesalahan yang terakhir ini adalah error yang paling serius. Coba simak kembali petikan komentarnya : “Hidup ini tidak hanya sekedar memikirkan harta mas. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”
Mengatakan “harta tidak akan dibawa mati” adalah kesalahan serius yang berangkat dari prasangka negatif tentang harta kekayaan.

Harta insya Allah akan kita bawa mati jika harta itu kita belanjakan untuk menyekolahkan 1000 anak yatim, membangun mesjid, memberangkatkan haji orang tua, sedekah untuk orang tidak mampu, membantu korban banjir, membeli 10.000 buku untuk perpustakaan, dst, dst.
You get my point, right?

Mengatakan “harta tidak akan dibawa mati” adalah salah kaprah yang berangkat dari asumsi negatif : bahwa harta hanya melulu akan dipakai foya-foya dan hura-hura. Betapa salahnya. Betapa naifnya asumsi itu.
Komentar : “toh harta tidak akan dibawa mati” sudah terlalu sering kita dengar. Sebuah kalimat, yang kembali, secara implisit berangkat dari premis bahwa harta itu penuh dengan evil (keburukan), dan karena itu layak dijauhi.

Sayangnya, premis itu tidak sesuai dengan fakta. Sejumlah riset empirik membuktikan : semakin kaya Anda, maka semakin Anda rajin dan banyak bersedekah pada orang lain.
Penelitian itu berimpitan dengan studi lainnya yang menyebut : semakin kaya Anda, maka Anda akan cenderung makin banyak bersyukur. Penelitinya menulis : kemungkinan besar, orang yang makin kaya itu makin banyak bersedekah sebagai wujud rasa syukur mereka yang makin besar (Sonya, 2007).
Demikianlah tiga jenis error yang layak dicermati dari tipikal komentar yang sudah saya sebut diatas. Apa kaitannya dengan alam bawah sadar, mindset dan sumber rezeki juga sudah di-ulik.

Artikel :  Yodhia Antariksa, msc in hr management.

Asuransi Mario Teguh
Jika anda seorang karyawan swasta dengan usia sudah kepala 4 (40 thn keatas) dan masih masih mempunyai anak yang masih duduk di TK atau SD. Pernahkan anda menghitung berapa biaya pendidikan anak anda saat masuk SMA atau Kuliah. " Ingat, 10 -15 tahun lagi kemungkinan anda sudah pensiun dari perusahaan. Jika anda mendapatkan dana pensiun dari kantor, apakah anda berani menjamin dana pensiun dari kantor anda cukup untuk membiayai biaya pendidikan anak anda..? Apakah anda sudah punya tabungan untuk masa depan anak anda ? Apakah anda sudah mempunyai tabungan untuk pensiun di hari tua anda ?

Jangan menggantungkan hari tua anda pada anak kalau "Tidak bisa menjamin masa depan anak kita". Sudah hukum alam usia semakin bertambah, biaya kebutuhan hidup meningkat, biaya pendidikan anak ikut meningkat.  Ironisnya tingkat kenaikan penghasilan kita jauh lebih kecil dibandingkan biaya-biaya diatas. "nrimo ing pandum" kalimat jawa ini yang biasanya menjadi penghibur lara keadaan ekonomi anda.

Pada tingkat yang lebih tinggi, orang akan berpikir untuk menabung di bank, deposito atau membeli aset seperti rumah, ruko untuk persiapan jangka panjang. Sekarang mari kita kupas satu persatu apakah investasi diatas cukup untuk biaya pendidikan anak dan biaya hari tua kita ?

Asumsi usaha 10 tahun

1. Menabung di bank
Suku bunga tertinggi di bank adalah deposito sekitar 4 - 6 persen. Ehm.. terlalu kecil untuk bisa dikatakan sebagai investasi. Idealnya 10 % dari penghasilan disisihkan untuk tabungan masa depan. Jika gaji anda 10 juta juta, maka alokasi tabungan anda 1 juta. Misal menabung di bank sebesar 1 juta / bulan.  10 tahun lagi berapa yang anda dapatkan ? kecil sekali .. tabungan anda cuman  dapat + 127 jutaan.

Modal : 1 Juta / Bulan
Resiko: kecil / tidak ada
Keuntugan: kecil

2. Beli Rumah / Ruko
Investasi ke2 ini jauh lebih baik dari model invesatasi no.1.  Misal sekarang anda membeli rumah sederhana type 30 seharga 200 juta maka 10 tahun lagi harga rumah anda sudah menjadi 400 juta ( bisa lebih atau kurang tergantung lokasi dan tingkat ekonomi daerah anda).  Beberapa hal yang harus diperhitungkan di investasi ini adalah
biaya renovasi, pajak PBB, biaya lain-lain seperti iuran keamanan, sampah, RT, dll.

Modal:  Besar (ratusan juta rupiah)
Resiko: kecil
Keuntungan: sedang

3. Buka usaha sendiri / beli franchise
Sama dengan yang no. 2, buka usaha sendiri membutuhkan modal yang sangat besar. Buka laundry, foto copy, warung butuh modal sekitar 100 jutaan.  Buka Restoran butuh modal diatas 100 jutaan. Buka usaha menjanjikan keuntungan yang maksimal. Tapi ingat hukum ekonomi bahwa tingkat keuntungan sebanding dengan tingkat resiko kegagalannya. 5 tahun pertama usaha anda adalah awal merintis.

Modal:  Besar (ratusan juta rupiah)
Resiko: besar
Keuntungan: besar


4. Menabung di Tapro
Seorang motivator Mario Teguh pernah bilang "uang kecil beli uang besar itulah asuransi...".  Dengan menabung 1 juta / bulan, anda sudah mempunyai proteksi dan warisan senilai milyaran rupiah.  Jika anda sehat sampe umur 70 tahun uang anda akan berkembang 18 % dari nilai tabungan anda.

Modal:  kecil
Resiko: kecil
Keuntungan: besar

Silahkan pili salah satu instrumen diatas untuk masa depan anda dan keluarga anda.


Dulu saya mempunyai persepsi yang sama dengan anda, buat apa ikut asuransi ? "Klaimnya susah mendingan nabung dibank toh hasilnya juga sama saja". Kebetulan saya hoby menulis artikel di beberapa blog saya. Dan karena ada pekerjaan membuat blog tentang asuransi, maka mau tidak mau saya harus banyak belajar tentang dunia asuransi. Dari sini saya paham tentang jenis-jenis asuransi dan manfaat dari asuransi. Saya mencari di google dengan kata kunci "kenapa memilih allianz ?"

Dari banyak perusahaan asuransi di Indonesia saya lebih tertarik kepada asuransi Allianz khususnya jenis asuransi unit link. Yaitu konsep asuransi yang menggabungkan antara asuransi / proteksi dan investasi / tabungan. Saya baru paham bahwa dana nasabah oleh perusahaan asurasi di kelola oleh aset manajemen untuk diinvestasikan di reksadana, obligasi, SBI, dll. Dan perusahaan asuransi di Indonesia dilindungi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Setelah membandingkan dari beberapa perusahaan asuransi baik lokal atau luar, saya memutuskan untuk memilih perusahaan asuransi Allianz khususnya unit link / TAPRO, karena :

1. Reputasi Allianz
Allianz adalah perusahaan asuransi dan manajemen aset dari Jerman yang sudah berumur 100 tahun lebih. BMW, Coca-Cola, Blue Gas, Garuda Indonesia memilih Allianz untuk urusan asuransi.

2. Jaminan dari pemerintah
Perusahaan asuransi di Indonesia dilundungi oleh OJK dan tingkat kesehatan / solvabilitas minimal perusahaan asuransi di Indonesia adalah 120%. Sedangkan solvabilitas RBC Allian adalah 499%.

3. Nilai proteksi tertinggi
Allianz adalah satu-satunya perusahaan yang berani menjamin 1 Milyar rupiah secara tunai jika pemegang polis dinyatakan menderita sakit kritis tanpa harus menginap di rumah sakit.

4.Premi murah
Dibandingkan perusahaan asuransi asing, premi di Allianz paling murah (minimal Rp. 300.000,- / bulan, Rp.1500.000,-/ tahun)

5. Income Agen Allianz Indonesia dengan penghasilan diatas 1 Milyar pertahun berjumlah ratusan orang. Liem Lie Sia seorang profesional marketing dulu di Pru sekarang pindah ke Allianz..

asuransi terbaik
Siapapun perusahaan yang anda pilih dibawah, satu yang terpenting Anda sudah melindungi diri anda sendiri atau keluarga anda dari kejadian yang tak terduga seperti sakit kritis, kecelakaan atau hilangnya aset pencari nafkah. Ada beberapa asuransi terbaik di indonesia yang cocok dijadikan pilihan baik itu yang bersifat konvensional maupun yang bersifat syariah.

Perkembangan asuransi di Indonesia semakin ramai dengan masuknya perusaaan raksasa dari negara lain seperti Allianz dari Jerman ataupun Prudential dari Inggris. Dengan kata lain asuransi lokal seperti Bumiputera dan Jiwasraya harus benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik agar bisa menyaingi asuransi asing tersebut.

Kabar baiknya sekarang muncul  asuransi unit link yaitu perkawinan antara asuransi dan investasi, dimana dana nasabah sebagian untuk asuransi dan sisanya untuk investasi yang diputar di reksadana seperti obligasi, SBI, saham, dll.

Berikut ini adalah daftar 10 Asuransi Terbaik di Indonesia yang bisa anda pilih. Daftar perusahaan dibawah ini adalah bukan berdasarkan daftar asuransi terbaik versi "X", "Y" atau "Z", tapi berdasarkan huruf alfabet.

1. Asuransi Allianz
Allianz Indonesia merupakan cabang dari Allianz SE Jerman yang mana merupakan salah satu dari asuransi terbaik yang ada di dunia. Masuk pada tahun 1981, Allianz menawarkan  unit ink (tapro) dengan premi murah dengan perlindungan  dana cash yang besar. Solvabiitas / RBC Allianz Indonesia sebesar 499 % sedangkan tingkat solvabiitas minimal perusahaan asuransi 120%.


2  Asuransi AIA Financial
AIA Financial telah berdiri menjadi asuransi terbaik sejak tahun 1983. Perusahaan asuransi tersebut sebelumnya sempat berganti nama dari PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti menjadi Lippo Life. Beberapa lama kemudian perusahaan tersebut mengganti namanya menjadi AIG Lippo. Setelah 80% saham perusahaan dimiliki oleh American International Assurance, barulah namanya berubah menjadi AIA Financial hingga sekarang ini.

3. Asuransi Avrist
PT Avrist Assurance yang lebih dikenal dengan nama Avrist merupakan perusahaan asuransi yang berdiri tahun 1975 dan menjadi perusahaan asuransi patungan multinasional pertama yang ada di Indonesia. Beberapa program yang ditawarkan meliputi asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa kredit dan pensiun. Perusahaan asuransi ini juga menyediakan produk asuransi berbasis syariah.

4. Asuransi AXA Mandiri
Perusahaan asuransi ini merupakan perusahaan yang hasil dari gabungan Bank Mandiri dengan AXA group. Berbagai produknya pun ditawarkan kepada para nasabah Bank Mandiri hingga saat ini.

5. Asuransi Bumiputera 1912
Bumiputera menjadi perusahaan asuransi yang tertua di indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1912 tersebut memiliki prinsip mutual share yang hingga mereka pegang. Itu artinya setiap pemegang polis dianggap sebagai pemilik perusahaan.

6. Asuransi CIGNA
Asuransi yang baru berdiri di indonesia pada tahun 90-an ini merupakan cabang dari perusahaan asuransi CIGNA Group yang bertempat pusat di Connecticut Amerika Serikat.

7. Asuransi Jiwasraya
Badan Usaha Milik Negara yang berperan dalam sektor asuransi adalah PT Asuransi Jiwasraya. Berdiri pada tahun 1859, perusahaan ini sebelumnya bernama Nederlandsche Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ) yang sekaligus menjadi asuransi pertama di negara Indonesia.

8. Asuransi Manulife
Asuransi Manulife menjadi anak cabang dari Manulife Financial dan menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar jika dilihat dari kapitalisasi pasar. Perusahaan ini berdiri tahun 1985 dan hingga kini jumlah pekerjanya lebih dari 26 ribu di seluruh dunia.

9. Asuransi Prudential
PT Prudential Life Assurance adalah perusahaan asuransi yang menjadi bagian dari Prudential plc yaitu sebuah grup jasa keuangan berbasis ritel yang bertempat di London Inggris. Di tahun 2011, Prudential menjadi perusahaan asuransi terbaik dengan aset perusahaan diatas 10 trilyun.

10. Asuransi Sinarmas
Sinar Mas Group telah memiliki bagian di bidang asuransi bernama Asuransi Sinar Mas (ASM). Pada awalnya dinamai PT Asuransi Kerugian Sinar Mas Dipta, namun pada tahun 1991 barulah berganti nama menjadi PT Asuransi Sinar Mas.

asuransi itu penting
Siapa yang bisa menebak perjalanan hidup diri kita sendiri? Apakah akan selalu menyenangkan, sehat dan bahagia seperti yang dibayangkan? Setiap orang tentu mengharapkan kondisi hidup yang nyaman namun kita harus menyadari bahwa sebesar apapun harapan kita tentang kehidupan, Tuhanlah yang menjadi penentu atas semua. 






Mungkin saja sekarang kita SEHAT namun 1 jam ke depan, bisa saja tiba-tiba kita SAKIT….. 
Mungkin saja saat ini kita BERLIMPAH KEKAYAAN namun 3 bulan lagi, 
untuk sekedar makan saja SUSAH….. 

Mungkin saja saat ini kita adalah seorang DIREKTUR Perusahaan namun 6 bulan lagi, untuk menyekolahkan anak saja TIDAK MAMPU….. 

Hidup ini penuh misteri, kita takkan tahu apa yang akan terjadi kelak. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi kurang menyenangkan tersebut, dibutuhkan sebuah investasi/tabungan pelindung yang dapat mengcover kebutuhan kita yang tak terduga di masa depan, yaitu dengan memiliki asuransi. Setiap orang tentu tidak mengharapkan musibah dan berbagai risiko seperti sakit, cacat, kematian, kecelakaan, kebakaran rumah, kehilangan harta benda dsb. 

Namun tak bisa dipungkiri bahwa semua itu bisa kita alami, tanpa permisi dan datang dengan tiba-tiba. Apa jadinya jika kita tidak memiliki pegangan apapun, tidak punya uang bahkan tidak ada orang yang bisa membantu kita? Sulit bukan? Nah, disinilah asuransi berperan dalam kehidupan kita. Ketika kita tidak memiliki kemampuan dan persiapan untuk menghadapi berbagai risiko tersebut, kita butuh asuransi. Mudahnya, biarlah asuransi yang bekerja sesuai prosedur untuk menjamin kehidupan kita namun jangan lupa bahwa untuk mendapatkan fasilitas pertanggungan asuransi, kita wajib membayar premi secara rutin sebagai investasi kehidupan kita di masa depan. 

ASURANSI adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan / transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Fungsi utama asuransi adalah sebagai pengalihan risiko, pengumpulan dana dan premi yang seimbang. Fungsi sekunder asuransi adalah untuk merangsang pertumbuhan usaha, mencegah kerugian, pengendalian kerugian, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan. Sedangkan fungsi tambahan asuransi adalah sebagai investasi dana dan invisible earnings. 

Macam-macam Asuransi (sumber gambar : artikelinformasi.com) Berbicara tentang asuransi, di Indonesia ada banyak sekali asuransi yang menawarkan berbagai keuntungan sesuai dengan kebutuhan Anda. Berbagai asuransi yang sering kita dengar adalah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecacatan, asuransi kecelakaan, asuransi pendidikan, asuransi rumah, asuransi mobil, asuransi anuitas, dll. Setiap orang tentu memiliki cara pandang yang berbeda mengenai asuransi, banyak yang menerima dengan positif namun tak jarang pula yang menolak mentah-mentah untuk memiliki asuransi. 

Lalu, apa saja yang ada di benak masyarakat ketika ditawari asuransi? Kira-kira jawaban mereka seperti ini : 
1. “Saya tidak berminat ikut asuransi. Maaf ya…” 
Ini jawaban masyarakat yang sangat normatif ketika ada tawaran asuransi dengan jawaban yang sangat simpel tanpa alasan yang jelas. Bahkan ketika agen sebuah perusahaan asuransi belum selesai menjelaskan secara keseluruhan, masyarakat seringkali menolak mentah-mentah bahkan menganggap agen-agen tersebut sebagai pengganggu. Oke, ini sangat wajar karena mungkin saat ini Anda memang merasa belum membutuhkan asuransi. 

SARAN : Sebaiknya Anda dengarkan dulu penjelasan agen asuransi tersebut dengan pikiran terbuka dan tenang serta pahami segala keunggulan asuransi yang ditawarkan. Bisa saja segala keunggulannya sesuai dengan yang Anda butuhkan selama ini. Jadi, positif thinking terhadap asuransi. 

2. “Kebutuhan hidup sudah mencekik. 
Gimana jadinya kalau ditambah bayar asuransi per bulan?....” Ini juga jawaban yang sangat masuk akal ketika kita ditawari asuransi. Hal ini sering disebabkan karena kekurangpahaman masyarakat akan pentingnya asuransi sehingga harus dibandingkan dengan kebutuhan hidup lainnya yang pada kenyataannya justru ‘kurang penting’. 

SARAN : Coba deh analisis kebutuhan hidup Anda per bulan yang ‘mencekik’ itu. Adakah kebutuhan ‘bukan primer’ yang selalu Anda belanjakan? Adakah kebutuhan kurang bermanfaat yang sering menghabiskan isi dompet Anda? Coba kurangi kebutuhan itu, misalnya sedikit mengurangi jatah uang untuk beli pulsa, nongkrong di café, belanja di mall lalu sisihkan semua itu untuk bayar premi asuransi sesuai dengan kebutuhan Anda. Dijamin, hidup Anda akan lebih aman dan nyaman. 

3. Saya masih muda, masih sehat bugar. Kayaknya gak perlu ikut asuransi segala..” 
Apakah Anda pernah menjawab seperti ini saat ditawari asuransi? Alasan yang tepat memang jika saat ini Anda tidak butuh asuransi karena Anda secara fisik masih kelihatan sehat, kuat dan jarang sakit-sakitan. Tapi yang namanya sakit atau musibah (maaf) datangnya tiba-tiba, tanpa pandang anak muda atau orang tua, kaya atau miskin dll. Orang yang kaya rayapun bisa dalam sekejap jatuh miskin karena hartanya habis untuk berobat ke dokter. 

SARAN : Jika Anda memang belum memiliki uang yang cukup untuk menjamin hidup Anda atau keluarga, sebaiknya Anda ikut asuransi. Apalagi jika Anda masih berusia muda, premi yang Anda bayarkan per bulan tentunya lebih ringan daripada mereka yang sudah berusia lanjut. Perusahaan asuransi menilai bahwa usia muda memiliki risiko berpenyakit yang lebih rendah dari pada orang lanjut usia. Jadi, saat Anda masih muda, silahkan manfaatkan waktu Anda untuk memiliki asuransi yang dapat menjamin kenyamanan Anda di masa depan. 

4. “Gak ah. Sama aja buang duit. Mending uangnya ditabung daripada ikut asuransi....” 
Wah, ini mungkin jawaban yang ekstrim dengan menganggap bayar asuransi sebagai tindakan sia-sia karena seakan hanya buang-buang uang tanpa ada manfaatnya. Kita harus pahami bahwa asuransi dan tabungan pada dasarnya memiliki manfaat yang berbeda.

SARAN : Sekali lagi, pahami dulu apa itu asuransi dan apa itu tabungan. Keduanya memang memiliki manfaat namun asuransi lebih berperan besar ketika kita berada dalam kondisi darurat akibat sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Untuk tabungan, kita akan bisa merasakan manfaatnya ketika sudah terkumpul banyak dalam jangka waktu yang panjang. Namun untuk asuransi, kita bisa rasakan manfaatnya sesaat setelah kita memegang polis secara resmi (sesuai dengan waktu yang ditentukan perusahaan asuransi), bahkan diberikan sesuai kebutuhan kita, bukan hanya sebesar premi yang telah kita bayarkan. 

5. “Asuransi itu penipu. Perusahaannya cuma mau untung sendiri…” 
Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda hanya berpikir dari satu sisi saja, yaitu keuntungan perusahaan asuransinya, tapi tak pernah berpikir tentang keuntungan bagi kita yang menjadi nasabahnya. Logikanya, seluruh perusahaan manapun tentu bertujuan untuk mencari keuntungan melalui jasa/barang yang mereka tawarkan kepada konsumen/nasabah. 

SARAN : Jangan pernah menghakimi segala sesuatu yang belum kita pahami secara keseluruhan. Perlu diketahui, segala hal yang akan ditanggung perusahaan asuransi dan segala info terkaitnya, semua telah tertuang dalam polis. Oleh karenanya, kita calon nasabah diwajibkan untuk membaca dan memahami isi polis serta jangan ragu bertanya kepada agen yang menawarkan jika memang ada hal yang belum dipahami. Dengan memahami tentang kelebihan dan manfaat asuransi tersebut, pikiran kita akan semakin jernih untuk menentukan apakah kita perlu mengambil asuransi tersebut ataukah tidak. 

6. “Kapok deh ikut asuransi. Prosesnya rumit. 
Giliran dibutuhkan tenyata klaim saya ditolak…” Ok deh. Ini mungkin alasan yang wajar apalagi Anda berpengalaman memiliki sebuah asuransi dan ketika diklaim, eh ternya sulit cair atau bahkan ditolak karena alasan tertentu. Baiklah, sekali lagi, ini hanya masalah pemahaman kita akan segala pertanggungan yang diberikan perusahaan asuransi yang kita ikuti. Apakah Anda sudah benar-benar membaca polis asuransi yang kini Anda pegang? 

SARAN : Baca sekali lagi polis asuransi Anda. Sudah pahamkah Anda dengan isinya? Ini menjadi sangat krusial ketika Anda harus berurusan dengan perusahaan asuransi untuk mengabulkan klaim atas permasalahan yang sedang dihadapi. Perusahaan asuransi sudah menetapkan point-point yang menjadi tanggung jawabnya dan yang tidak. Jika Anda telah ditetapkan sebagai pemegang polis yang sah otomatis perusahaan asuransi menganggap Anda sudah paham dengan segala hal yang tertuang dalam polis tersebut, karena Anda juga telah menandatangani beberapa dokumen saat pengaktifan polis. 


MENGAPA KLAIM ANDA DITOLAK ? 

Pernahkah klaim Anda ditolak oleh perusahaan asuransi? Merasa marah dan kecewa karena kewajiban bayar preminya saja sudah rutin dan tak pernah terlambat tapi hak kok tidak diberikan? Baiklah, sesungguhnya ada banyak hal yang harus kita pahami bersama sebagai nasabah asuransi bahwa perusahaan asuransi memiliki ketentuan yang berbeda-beda saat menanggung biaya atas klaim nasabah. Mengapa ada klaim yang mudah diberikan dan ada pula yang sulit dicairkan bahkan ditolak? Berikut beberapa alasan yang mungkin bisa berlaku di beberapa atau semua jenis asuransi yang ada di Indonesia : 

1. Masalah/Penyakit Anda tidak tercover dalam perjanjian (kontrak) asuransi 
Sadar atau tidak, ini sering dialami oleh nasabah asuransi dimana mereka ternyata tidak mengetahui secara pasti apa saja yang ditanggung oleh asuransi yang mereka ikuti. Contoh dalam asuransi jiwa : dalam kontrak tertulis bahwa jika meninggal karena kecelakaan/sakit akan ditanggung oleh perusahaan. Namun jika kenyataannya nasabah meninggal saat ia berbuat kejahatan, ini tentu bukan tanggung jawab perusahaan asuransi lagi. 

2. Dokumen klaim Anda Tidak Lengkap 
Ini juga hal penting yang harus diperhatikan oleh para nasabah asuransi. Sebelum melakukan klaim, pastikan bahwa semua dokumen pelengkapnya sudah ada sehingga Anda tidak perlu buang waktu bolak balik mengurus hal tersebut. Contoh dalam asuransi kesehatan : saat Anda ingin klaim biaya rumah sakit, Anda harus memiliki surat keterangan dokter bahwa Anda sakit, surat klaim dari Anda sendiri, serta berbagai dokumen lain sebagai pelengkapnya. 

3. Status Anda Masih dalam Grace Period (Masa Tunggu) 
Grace Preiod adalah masa aktifasi polis sejak tanggal penerbitannya. Sebut saja sebuah asuransi memberikan peraturan bahwa untuk perawatan rumah sakit, masa tunggu polisnya adalah 3 hari. Sedangkan untuk penyakit kritis masa tunggu polis adalah 90 hari (3 bulan). Contoh dalam asuransi Kesehatan : Polis Anda terbit tanggal 10 Mei 2015. Jika tiba-tiba masuk Rumah sakit untuk rawat inap tanggal 25 Mei 2015, klaim Anda akan ditolak. Namun jika dalam waktu itu terjadi kecelakaan pada nasabah, perusahaan asuransi akan menerima klaim Anda. 

4. Polis Anda dalam keadaan Lapse (Tidak Aktif) Polis Lapse 
artinya bahwa polis Anda tidak aktif karena Anda tidak disiplin dalam membayar kewajiban premi asuransi yang telah jatuh tempo. Oleh karenanya, perusahaan asuransi memiliki hak untuk tidak membayar klaim yang Anda ajukan. Sebut saja asuransi Anda jatuh tempo jika dalam 3 bulan berturut-turut tidak ada pembayaran premi. Contoh dalam asuransi harta benda : Suatu ketika, toko Emas Anda kebakaran karena konsleting listrik. Padahal Anda sudah telat bayar premi asuransi selama 5 bulan berturut-turut. Otomatis saat Anda klaim, perusahaan asuransi tidak akan mengabulkan klaim tersebut karena Anda telah melanggar peraturan yang berlaku dalam kontrak. 

5. Anda Sengaja Melakukan ‘Kejahatan’ Asuransi 
Kejahatan asuransi adalah tindakan kurang terpuji yang sengaja dilakukan demi mendapatkan pencairan uang klaim. Jangan pernah melakukan kejahatan seperti ini karena perusahaan asuransi pun memiliki filter info dan data yang sangat kuat sehingga jika tindakan Anda terbukti melanggar ketentuan, Anda justru akan menerima sanksi hukum yang berat. Contoh dalam asuransi jiwa : Seorang anak (ahli waris asuransi) sengaja membunuh ayahnya (pihak tertanggung) hanya demi mendapatkan uang klaim yang jumlahnya besar. Jika tindakan ini diketahui oleh perusahaan asuransi, klaim Anda akan ditolak bahkan Anda bisa dipidanakan karena telah melakukan kejahatan berencana. 

6. Anda dalam Pre Existing Condition (Kondisi yang Sudah Ada) 
Pre Existing Condition adalah kondisi Anda yang sesuai dengan kenyataan, misalnya dalam hal penyakit. Ini berhubungan dengan kejujuran nasabah saat mengisi form riwayat penyakit saat mendaftar asuransi. Diharapkan dapat memberikan info sesuai keadaan agar kelak saat klaim tidak mengalami masalah. 

Contoh dalam asuransi kesehatan :  nasabah memiliki riwayat penyakit sesak nafas namun ia menyembunyikan fakta ini. Setelah 4 bulan memegang polis, dia mengajukan klaim karena sesak nafas kambuh, tentu perusahaan asuransi akan menolak klaim tersebut karena sebelumnya tidak tertulis dalam riwayat kesehatannya

Hal diatas hanyalah beberapa hal yang menjadi alasan penolakan klaim oleh perusahaan asuransi. Masih banyak hal lain yang mungkin belum disebutkan disini, disesuaikan dengan jenis asuransi dan perusahaan yang menerbitkannya. Dengan berbagai fakta diatas, sangat penting bagi para pemegang polis untuk mempelajari kontrak secara cermat agar tidak merasa dirugikan kedepannya. Menurut saya, berasuransi itu sama dengan berinvestasi untuk masa depan. Misal kita memiliki asuransi kesehatan berarti kita memiliki investasi uang untuk menjamin biaya kesehatan kita di masa depan. Kondisi hidup dapat berubah sewaktu-waktu tanpa bisa kita duga sebelumnya. 

Saat ini, saya pribadi memiliki asuransi kesehatan yang kedepannya saya harapkan dapat bermanfaat ketika dibutuhkan. Asalkan membayar preminya lancar dan tepat waktu, klaim yang kita ajukan (sesuai dengan masalah yang tercover) tentu akan dikabulkan oleh perusahaan asuransi. Secara garis besar, beberapa manfaat utama jika kita memiliki asuransi adalah : Memberikan jaminan perlindungan saat terjadi musibah, seperti sakit, kecelakaan, kebakaran dll. Mendidik kita untuk lebih bijak dalam mengelola uang karena membayar premi asuransi sama dengan menabung untuk menjamin masa depan. Membuat masa tua Anda lebih tenang dan nyaman karena dengan asuransi, hidup Anda lebih terjamin, baik dengan dana kesehatan ataupun dana pensiun, sesuai dengan asuransi yang dipilih. Asuransi pendidikan akan sangat bermanfaat mengurangi beban kita di masa mendatang karena biaya pendidikan anak semakin mahal dari waktu ke waktu. Memberikan jaminan & ketenangan kepada keluarga tercinta ketika nasabah yang tertanggung meninggal dunia sehingga keluarga/ahli warisnya bisa mendapatkan uang asuransi sesuai dengan perjanjian/kontrak. 

Semoga masyarakat Indonesia semakin sadar untuk berasuransi, terutama yang dianggap darurat saat ini adalah asuransi kesehatan atau jiwa yang memiliki manfaat sangat besar bagi kehidupan kita sehari-sehari. Hal ini akan sangat membantu masyarakat, dimana saat ini terjadi kondisi krisis keuangan negara yang menyebabkan barang kebutuhan serba mahal, apalagi untuk biaya ke dokter atau rumah sakit. 

Ya, jika dipikirkan secara keseluruhan, asuransi memang membebani kita dengan premi yang harus dibayar setiap jangka waktu tertentu (misal setiap bulan) sesuai dengan ketentuan. Namun keuntungan yang akan kita dapatkan pun juga besar dan masa depan kita pun lebih terjamin. Jangan pernah remehkan asuransi. Agar yakin dengan asuransi yang kita pilih, lihat dulu perusahaan asuransi yang menawarkan, apakah memiliki kualitas dan market pertumbuhan yang baik atau tidak. Selanjutnya, pelajari juga aturan-aturan di dalam polis agar kita tidak merasa dibohongi oleh agen atau perusahaan yang menawarkan asuransi. Setelah mantab dengan perusahaan asuransi dan memahami point-point yang tertanggung di dalam polis, silahkan pilih kewajiban bayar premi per bulannya yang sesuai dengan kemampuan (penghasilan) Anda. Terakhir, segera daftar asuransi sesuai dengan pilihan dan kebutuhan Anda. 

Semoga Bermanfaat, 
Yoyok


Sumber : Riana Dewie - kompasiana.com

Tanggung jawab paling penting sebagai orang tua adalah menjamin bahwa anak Anda mendapatkan pendidikan terbaik. Kita semua menyadari semakin hari biaya pendidikan semakin besar, oleh karena itu sangat diharuskan bagi para orang tua untuk menyiapkan rencana pendidikan untuk anak sejak dini. Salah satu strategi yang menjadi solusi adalah mempunyai tabungan pendidikan tapro. 


Dengan mendaftarkan anak di TAPRO, tabungan anak anda tidak tergerus oleh biaya administrasi justru dengan TAPRO nilai tabungan akan berkembang dengan pesat. Silahkan cek proposal asuransi pendidikan.

Konsep asuransi pendidikan itu sendiri adalah program asuransi yang menjamin dana pendidikan anak tercapai di saat kondisi pencari nafkah sehat, sakit kritis, bahkan meninggal. Hal ini disesuaikan dengan tabungan/premi yang disetorkan.
Dalam pengertian menyiapkan dana pendidikan, ada dua hal terpenting yang wajib diperhatikan:

a. Perlindungan pencari nafkah
Kita mengetahui bahwa peranan pencari nafkah merupakan sangat vital bagi kehidupan keluarga. Kondisi sakit kritis bahkan meninggal sekalipun yang terjadi pada pencari nafkah membuat istri dan anak khawatir, bagaimana memenuhi biaya hidup kedepan.

Jika pencari nafkah di PHK dalam kondisi sehat tapi umur sudah uzur, maka kemampuan pencari nafkah menjadi berkurang dan biasanya pendidikan anak terhambat ditengah jalan. Ingat siklus kehidupan manusia dengan umur 50 thn lebih merupakan masa kritis dari segi keuangan.

Lantas bagaimana jika pencari nafkah sakit kritis ? Apakah orang tersebut bisa dengan mudah beraktivitas kembali ?
Seberapa seringkah anda melihat orang terkena stroke dapat bekerja kembali ?
Seberapa seringkah anda melihat pasien kanker stadium akhir dapat bekerja kembali ?
Dalam kondisi ini tentunya pencari nafkah akan semakin stress. Hal ini pernah kita temui seseorang yang menderita stroke, beliau semakin stres karena tuntutan biaya hidup keluarganya.

Penghasilan bisa saja berhenti, namun apakah

Biaya hidup keluarga bisa berhenti ?

Kami, anda dan orang-orang yang ada disekitar anda adalah individu-individu bagian kehidupan yang rentan terhadap risiko. Contohnya : sakit, kebakaran, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, putus hubungan kerja atau bahkan meninggal dunia. Dan seperti yang kita ketahui, risiko akan selalu ada dan tidak dapat dihilangkan.


Lahir, rejeki dan meninggal sudah ditentukan Tuhan, kita tidak bisa memastikan suami/kepala rumah tangga/pencari nafkah meninggal di masa pensiun, setelah anak-anak sudah mandiri bekerja, kita harus memahami jalan manusia bukan jalan Tuhan. Bagaimana jika Tuhan memanggil pencari nafkah di saat anak-anak masih sekolah ? Di saat keluarga sedang membutuhkan biaya besar. Tentunya kita tidak boleh menyalahkan Tuhan jika hal ini terjadi, karena Tuhan sudah memberikan manusia pikiran untuk bertindak bijak dalam mengelola semua risiko ini dengan baik.

b. Tabungan Pendidikan
Saat ini orangtua tidak terlalu dibebankan biaya sekolah dari SD sampai SMA, karena biaya masih terjangkau. Biaya pendidikan mulai terasa berat saat anak mulai masuk kuliah.
Dengan kesempatan ini, orangtua bisa fokus kepada biaya kuliah anak kedepan, walaupun anak anda masih kecil. Mengapa ?
Karena menurut perencana keuangan, biaya kuliah mengalami kenaikan 15-30 % / tahun.

Katakan biaya semester tahun 2015 di Universitas Indonesia Rp 8 juta/semester, maka kemungkinan besar biaya kuliah 2028 (13 tahun mendatang) sebesar Rp 50 juta/semester.
Permasalahannya adalah kenaikan penghasilan tidak mencapai 15 %/tahun. Artinya anda perlu mempersiapkan dana pendidikan anak ini sejauh dini.


Para pakar perencanaan keuangan sering bilang bahwa pendidikan merupakan investasi terpenting dalam hidup setiap orang. Masalahnya, ongkos pendidikan semakin melangit setiap tahun. Menurut hitungan para perencana keuangan, biaya pendidikan di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15% – 30% per tahun. Angka ini lebih dari dua kali lipat rata-rata kenaikan inflasi. Rata-rata kenaikan dana pendidikan perguruan tinggi sekitar 15-30 % / tahun

Kita bisa mengambil kenaikan biaya pendidikan 15 %/tahun.  Maka untuk menghitung biaya kuliah di masa depan adalah

Anak akan kuliah 18 tahun kedepan (sekarang 2016)
Untuk anak membutuhkan biaya kuliah di tahun 2034
FV = (I + 15 %) 18  x  PV
=    (1.15 %) 18  x Rp 150 juta
Rp 1.8 MILYAR
Total biaya kuliah anak adalah Rp 1.8 MILYAR. Dalam waktu 18  tahun kenaikan biaya kuliah mencapai 11-12 kali lipat, hal ini karena faktor waktu dan inflasi. Terkadang sulit untuk dipercaya namun itu adalah kenyataannya. Rata-rata orangtua terkendala dalam masalah biaya karena kenaikan penghasilan dibawah kenaikan biaya kuliah.

Bpk. Pintar menyadari bahwa didalam hidup tidak ada kepastian bahwa kita bisa menafkahi  keluarga sampai masa pensiun. Oleh karena itu, Bpk. Pintar mengambil asuransi pendidikan dengan premi yang terjangkau sebesar Rp 500.000/bulan.
Dengan premi Rp 500.000/bulan, maka Bpk. Pintar mendapatkan fasilitas

Jika menabung dana pendidikan anak Rp 500.000/bulan. Maka hasil tabungan selama 15 tahun sekitar  Rp 176-292 juta. Dengan asumsi bunga yang didapat 13 - 18 %/tahun.
Jika kita menabung di bank dengan nominal yang sama, maka hasilnya adalah 15 tahun x 12 bulan x Rp 500.00 = Rp 90 juta.
Dengan asuransi pendidikan anak ini, hasil investasi dapat digunakan untuk biaya pendidikan anak plus biaya hidup keluarga.
Diawal tahun 2016 ini, waktu yang tepat untuk anda dalam mempersiapkan dana pendidikan anak melalui program asuransi pendidikan anak.

Berikut ini ilustrasi dari
Bpk. Pintar Usia 34 th.
Anak usia 4 th.
Premi : 500.000 / bulan selama 10 thn (masa kontrak)
tapro pendidikan
Untuk lebih detilnya silahkan cek tabel tapro pendidikan berikut.

Banyak masyarakat yang sadar bahwa menabung itu penting tapi takut jika menabung di perusahaan asuransi duitnya bakal hilang ?

Berikut alasan saya kenapa saya menabung di TAPRO ALLIANZ :
1. Peringkat asuransi terbaik dunia
2. Nilai RBC, Rasio Kesehatan Financial Perusahaan

Jika anda bingung ke 3 hal ini
1. Manfaat yang saya dapatkan apa saja ?
2. Berapa premi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak saya ?
3. Kepada siapa saya harus mendaftar asuransi pendidikan anak ?

Info lebih lanjut Hub. / WA
085101847661

Profile

Blog ini bukan web resmi Perusahaan. Semua materi di dalamnya merupakan tanggung jawab pribadi penulis selaku mitra bisnis.
(Tri Sunaryo Hariadi)

Agen : 00919114
Unit : B2117
WA: 085101847661

Web resmi : http://www.allianz.co.id

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.