Latest Post

tabungan emas
Beberapa waktu lalu saya pernah menulis artikel yang fenomenal yang berjudul : "Jangan baca artikel ini jika ingin hidup susah dan miskin".
Artikel berikut ini mungkin merupakan semacam pencerahan bagaimana cara  mudah mempunyai aset tabungan 1 Milyar di usia muda. Ya, bagaimana caranya agar kita bisa meraih rezeki yang barokah dan melimpah, sehingga kita bisa memberi sedekah lebih banyak kepada mereka yang membutuhkan?

Sajian kali ini akan membedahnya dengan realita masa sekarang.
Memiliki saldo tabungan 1 milyar sebelum usia 35 (atau 3 milyar saat usia 40, dan 5 milyar saat usia 45 tahun) mungkin merupakan target yang menantang, namun juga sangat mungkin dicapai. Bagi yang punya pemikiran pesimistis, rasanya tidak masuk diakal.. bullshit ini artikel..
Challenging goal but really achiaveble.
Saldo tabungan 1 milyar artinya aset kekayaan Anda diluar rumah utama yang dihuni dan mobil yang digunakan sehari-hari. Artinya 1 milyar ini bisa berbentuk deposito, emas, reksadana atau aset properti (kos, apartemen atau rumah kedua) yang disewakan. Bagaimana caranya agar bisa punya saldo tabungan atau aset senilai 1 milyar sebelum usia 35 tahun? Ada tiga cara yang paling reasonable yang bisa dilakukan untuk menembus impian itu.

Cara #1 : Berkarir Menjadi Manajer di Perusahaan Top Companies
Sekarang gaji manajer di perusahaan bonafid atau multinasional (seperti Unilever, Citibank, Telkomsel, Indofood, Astra, Bank BRI, dan perusaan sekelas lainnya) sudah menembus angka 30 jutaan per bulan. Plus bonus yang kadang bisa sampai 9 kali gaji.
Kabar baiknya, kini Anda juga sudah bisa menjadi manajer di usia awal 30-an tahun. Atau bahkan usia 28 – 29, asal prestasi kerja Anda memang cetar membahana.
Dengan gaji 30 juta per bulan saat usia 30 tahun, maka akan ada sejumlah dana yang bisa di-tabung dan di-investasikan (untuk mendapatkan return yang memadai).

Tabungan sisa gaji dan return dari hasil investasi bisa membuat orang tersebut punya aset senilai 1 milyar (diluar rumah utama dan mobil yang dimiliki) – persis saat di usia 35 tahun.
Apakah bisa menjadi manajer di usia 28/29/30 tahun dengan gaji 30 jutaan per bulan? Sangat bisa.

Kuncinya adalah : selepas lulus kuliah di usia 22/23 tahun Anda diterima kerja di perusahaan bonafid. Maka Anda yang masih muda harus benar-benar berjibaku untuk bisa masuk kerja di perusahaan bonafid. Bukan di perusahaan PT. Maju Mundur atau PT. Rindu Order.
Anda harus benar-benar gigih, terus berusaha, yakin dan selalu berdoa, agar bisa diterima bekerja di top companies.

Sebab jika selepas lulus kuliah (fresh graduate) Anda diterima kerja di “perusahaan yang biasa-biasa saja”, maka karirmu 25 tahun ke depan bisa terus berada dalam bayang-bayang kelabu.
Sebaliknya, jika selepas lulus (saat usia 22 tahun) Anda bisa diterima kerja di perusahaan sekelas Unilever atau Telkomsel, plus ditopang prestasi kerja yang wow, maka di usia 35 tahun Anda sudah bisa punya aset 1 milyar.
Believe me.

Cara #2 : Membangun Bisnis Sendiri.
Rute yang kedua ini acap bisa menghasilkan income yang lebih maknyus. Dan seperti yang pernah saya sampaikan saat saya tampil di Metro TV : di era ledakan internet dan social media ini, makin banyak anak muda lokal usia dua puluhan yang sudah menjadi milioner.
Never too young to become a millionaire.
Ya, ledakan internet adalah berkah yang indah bagi anak-anak muda kreatif untuk menjadi milioner di usia yang relatif muda. Keajaiban internet adalah ibu kandung yang melahirkan banyak milioner muda.

Faktanya, saya sudah sering menulis profil mereka. Ada Yasa Singgih (pengusaha fashion, usia 21 tahun), Laksita Pradnya (owner produsen kaos kaki, usia 20 tahun) dan Dea Valencia (pengusaha batik, usia 24 tahun).

Dan semua anak muda belia tersebut sudah jadi milioner. Tentu saldo tabungan mereka sudah diatas 1 milyar, jauh sebelum usia 35 tahun.

Bagaimana supaya sukses membangun bisnis dalam usia belia? Modal kuncinya ada dua : kegigihan (resiliensi) dan kreativitas. Bukan modal uang. (Maka aneh kalo ada orang mau bisnis, mengeluh ndak punya modal uang. Sudah pasti orang ini tidak kreatif, dan tidak punya bakat jadi entrepreneur).
Kegigihanmu itu harganya mahal. Priceless. Kreativitasmu juga amat berharga. Kekuatan kreativitas dalam sel otakmu itu harganya jauh lebih mahal dibanding sebuah Toyota Alphard.

Cara #3 : Nabung di Tapro
Cara terakhir ini cara yang paling mudah menurut saya. Karena dengan pekerjaan yang sudah ada sekarang selama anda mau, saya yakin bisa.. Misal anda berumu 25 tahun dengan penghasilan 5 Juta, menabung di Tapro 1 juta rupiah / bulan. Apa yang didapat dari tapro ?

a. Hari itu juga, Anda sudah mempunyai aset tabungan senilai 2 Milyar rupiah. Dengan rincian tabungan warisan 1 Milyar, Tabungan jika terjadi kecelakaan 500 juta tunai, dan tabungan jika terkena sakit kritis 500 juta tunai. Asuransi koq dibilang tabungan ?? Justru nabung di tapro saya katakan aset karena sistem pembayaran di tapro bersifat cash / tunai jika terjadi kecelakaan / sakit kritis. Hanya dengan modal 120 juta yang di angsur bulanan selama 10 tahun anda sudah cut lock perencanaan masa depan keluarga dari resiko.

" Banyak orang mempunyai pemahaman yang salah tentang asuransi unit link terutama para agen. Dengan mengaitkan asuransi unit link adalah investasi. Asuransi adalah proteksi atau perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan investasi usaha untuk melipatgandakan aset. Hampir semua asuransi apapun tingkat pertumbuhan tertingi investasinya berkisar di angka 15-20 persen.

Dengan asumsi tingkat kenaikan investasi 18%, maka nilai tabungan anda pada saat pensiun (50 tahun) sudah mencapai 1,5 Milyar, silahkan cek tabel dibawah ini.. Banyak yang tidak paham bahwa sebagian uang tabungan anda di asuransi diinvestasikan di reksadana, obligasi, SBI, dll.



DEMIKIANKLAH, dua rute utama yang layak dilakoni untuk bisa punya saldo tabungan 1 milyar di usia 35 tahun. Dan bukan saldo tabungan yang cuma senilai Rp 2.450.000,-
Selamat bekerja dan berjuang teman-teman. Selamat berikhtiar meraih rezeki yang barokah demi masa depan yang sumringah.

Banyak diantara kita yang merasa "kenapa Tuhan memberikan saya hidup yang susah ?, Kenapa teman saya yang mbethik justru nasibnya baik, sudah kaya istrinya cantik pula".  Mungkin seperti itulah kata-kata yang sering keluar ketika mengalami kondisi ekonomi yang pas-pasan, dari tahun ke tahun hidup dalam batas pas-pasan. Kerja puluhan tahun masih ndak punya apa-apa.  Inilah nasib yang dialami jutaan keluarga di Indonesia Raya.

Menyalahkan orang lain atau menyalahkan dunia justru menambah kesengsaraan dan menutup daya kreatifitas kita sendiri.  Siapa saja yang membaca artikel ini yang ingin merubah nasibnya saya punya audio inspiratif dari Bp. MS. Alam. Silahkan di dengarkan semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.. amin.


Mens Republic
Inilah kisah tentang keteguhan hati, kesetiaan untuk berbakti kepada ayah bunda, dan juga tentang impian hidup yang terus layak diperjuangkan. Kisah perjuangan anak muda ingusan itu dimulai dari sebuah peristiwa getir tak terduga yang menimpa keluarganya. Sebuah peristiwa pahit yang membuat anak muda itu terpelanting dalam duka, airmata kesedihan dan sekaligus tekad untuk berjuang memperbaiki nasib.

Kisah ini saya ambil dari sebuah buku dengan judul "Never Too Young to Become a Billionaire".  Sebuah buku yang memukau tentang perjalanan mengubah nasib. Bagaimana Yasa Singgih nama anak muda dalam kisah ini memulai perjuangannya setelah mengalami kejadian yang pahit dan tak terduga dalam keluarganya? Bagaimana perjuangan dia memulai ikhtiar untuk mengubah nasib?

Kisah bocah ingusan yang menjadi jutawan hanya dari jualan sepatu. Silahkan dengarkan audi inspiratif dibawah ini


Penghargaan besar yang pernah diterima Yasa adalah:
  1. The Winner of Wirausaha Muda Mandiri Nasional - College Student Category - Creative Industry, 2015, by Bank Mandiri
  2. Youth Marketeers Of The Year 2016, by Mark Plus
  3. Forbes 30 Under 30 Asia 2016, by Forbes

Ada 3 pelajaran kunci apa yang bisa kita petik dari kisahnya yang amat mengharukan? Itulah beberapa pertanyaan yang saya ulas dalam sajian audio podcast edisi kali ini. Semoga audio ini bisa menjadi inspirasi bagi saya dan anda semua. Terima Kasih buat Mas Yodhia Antariksa yang telah berbagi Audio Inpiratif ini.

deny oetama
Dalam dunia asuransi, siapa tidak kenal Deny Oetama Hartono? Beliau memulai karier di dunia asuransi pada tahun 2001 dan bergabung di Prudential. Dalam rentang waktu tersebut, sudah banyak prestasi yang beliau dapatkan, termasuk mendirikan Agency "NewVision" dan menjadi salah satu agency terbesar se-Asia Tenggara. Sudah banyak leader-leader hebat dan agency-agency yang dilahirkan melalui tangan dingin beliau.

Tanggal 05 November 2015, Deny Oetama Hartono resmi pisah dengan Prudential. Sudah hampir 2 tahun belakangan Deny Oetama Hartono mencium gelagat yang aneh dari perusahaan yang menjadi partner selama ini. Maka Beliau membuat petisi bersama 8 GA owner besar lainnya dan ditanda tangani dan diajukan ke Prudential. Hasilnya, pihak perusahaan tetap tidak bergeming. 

Adapun alasan yang diberikan oleh beliau terkait perpisahannya dengan Prudential antara lain:
  1. Adanya produk kanibalisme yang dijual di bank (bancassurance) yang sama dengan produk yang dijual oleh agen (agency) dimana produk yang dijual melalui bancassurance memiliki biaya akuisisi lebih rendah (istilah awamnya, lebih murah). Hal itu dapat terlihat dari nilai investasi yang lebih besar dibandinkan produk yang dijual melalui agency.
  2. Perusahaan mulai merekrut agen dengan fasilitas gaji dan komisi. Artinya agency akan bersaing dengan perusahaan yang memiliki modal sangat besar untuk menggaji karyawan. Dan database yang diberikan ialah nasabah yang sudah ada yang sebenarnya nasabah dari agency
  3. Produk yang kurang innovatif dibandingkan kompetitor
  4. Kompensasi yang kurang menarik dibandingkan kompetitor
  5. Sistem pengurangan poin jika performa tidak baik (polis lapse)
Hal-hal di atas itulah yang membuat sang leader pindah ke lain hati.

Setelah banyak isu berkembang kemanakah Deny Oetama Hartono berlabuh, Juni 2016 akhirnya resmi beliau berlabuh di Asuransi Allianz. Asuransi no 1 di dunia, hal ini dibuktikan banyaknya stadion olahraga yang didirikan Allianz, sponsor utama F1.
Seiring resminya perpindahan Beliau ke Allianz, banyak leader-leader yang ikut pindah, karena ingin merasakan didikan dan tangan dingin beliau. Saat ini kami mengajak agen-agen asuransi lain untuk bergabung dengan tim Deny Oetama Hartono di dalam naungan agency NewVision, kesempatan ini tidak 2 kali terulang.

Mengapa anda harus bergabung dengan Denny Oetama?
Karena :
  1. Beliau sudah 15 tahun berkecimpung di dunia asuransi Indonesia.
  2. Selama 15 tahun beliau berprestasi setiap tahunnya.
  3. 5 kali mendapatkan agency of the year dan beberapa achiever agency of the year merupakan keturunan beliau.
  4. Menghasilkan 22 agency yang berprestasi dan terbaik di Indonesia
  5. Menjadi legend di dunia asuransi terutama di Indonesia dan asia pasifik.
  6. Selama 14 tahun mendapatkan PC Leader dan Producer (setiap tahun) hingga tahun 2015 ini. Belum pernah ada orang yang pernah mendapatkan seperti ini.
  7. Menghasilkan 5000 leader yang berprestasi dan terbaik di Indonesia
  8. Meyumbangkan 1,7 Triliun premi setiap tahunnya untuk perusahaan asuransi dahulu beliau gabung
  9. Fokus pada mata pencaharian yaitu agen asuransi.
Banyak sekali leader-leader yang mempunyai mata pencaharian yang lain selain agen asuransi sehingga tidak fokus untuk membina agen ataupun leader yang berada di bawah naungannya.
9 Alasan di atas belum pernah ada satupun orang di Indonesia yang menyamai prestasi beliau sampai saat ini. Ini membuktikan bahwa Pak Denny Oetama memang serius untuk mengembangkan dan mengajak atau merekrut para agennya untuk sukses di bisnis asuransi.
Jadi kalau beliau saja pindah dari perusahaan terdahulu ke Allianz maka teman-teman tidak usah ragu untuk ikut pindah dengan beliau karena beliau yang sudah pengalaman 15 tahun dan berprestasi tiap tahun saja meninggalkan perusahaan terdahulu ke Allianz. Pasti ada ada sesuatu yang tidak bagus untuk tetap mencari nafkah di perusahaan terdahulu.

Saya kebetulan Generasi ke 2 Denny Oetama, membuka tangan jika anda ingin bertanya-tanya, ataupun ingin mengetahui lebih dalam ataupun ingin bergabung dan belajar bersama legenda besar asuransi Deny Oetama Hartono. Seperti pepatah mengatakan "BELAJARLAH DARI SIAPA SAJA, NAMUN JIKA INGIN DAPAT PERCEPATAN, BELAJARLAH DARI AHLINYA". 

Banyak agen dari Asuransi Lain dengan penghasilan yang sudah besar pindah ke perusahaan Allianz, Alasan mereka pindah dari perusahaan yang lama sudah saya bahas di sini. Dan kenapa pilihannya jatuh kepada Allianz ? Ini ulasannya :

  1.  Allianz adalah salah satu dari 3 besar asuransi dunia yaitu Allianz (Germany), AXA(France) dan Generali (Itali) 
  2. Sistem kompensasi yang sangat sederhana di Allianz, hanya 2 level yaitu Business Executive atau BE (agent) dan Business Leader atau BP (selevel leader tertinggi) 
  3. Produk yang sangat lengkap mulai dari tradisional termlife, Endowment dan Unitlink. Syariah dan Non Syariah. 


Dengan perhitungan sederhana, penghasilan yang agen tinggalkan di perusahaan lama akan segera tergantikan dalam hitungan 1-2 tahun dengan angka yang lebih besar. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa agen yang terlebih dahulu pindah ke Allianz. Bahkan gembong-nya Allianz, Ibu Liem Lia Sie (agen dengan penghasilan 17 Milliar) dulunya dari lippo dan pru. Berita terakhir yang saya baca Bp. Denny Oetama gembongnya pru juga pindah ke Allianz.

Jangan baca artikel ini jika ingin hidup susah dan miskin
Masih melekat dalam ingatan saya ketika seorang motivator dari arminareka mengatakan " sukses dan kaya itu faktor mindset saja". Pak Alam (univision) sendiri pernah menulis tentang jika ingin sukses anda harus mempunyai pikiran  positif tentang produk, perusahaan dan bisnis yang anda jalani.

“Hidup ini tidak hanya sekedar memikirkan harta mas…..ngapain punya tabungan milyaran kalau tidak bahagia, malah membuat anak-anak saling berebut harta. Hidup itu secukupnya saja, yang penting bahagia. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”

 
Error #1 : Mental Block.
Komentar seperti diatas sejatinya merefleksikan “alam bawah sadar” yang bernaung dibalik pikiran sang komentator.
Dan ini yang muram, bahasa alam bawah sadar yang muncul dari kalimat itu adalah ini : kekayaan adalah sesuatu yang tabu dan layak dijauhi.
Dan persis disitu masalahnya : alam bawah sadar itu bersifat laten dan amat powerful. Dan ketika alam bawah sadar itu berisikan sikap apriori terhadap harta, maka raga hidup nyata kita benar-benar akan dijauhkan dari harta dan rezeki.

Dengan kata lain, alam bawah sadar yang laten itu diam-diam menjadi “mental block” bagi raga kita untuk “berdekatan dengan harta dan kekayaan”.
Ini soal serius. Sebab jika alam bawah sadar kita bersifat apriori terhadap harta/rezeki, maka itu yang kemungkinan besar menjadi penyebab kenapa selama ini hidup kita stuck – going nowhere.

Berkali-kali saya sudah menulis tentang the power of mindset : tentang kekuatan tersembunyi dari pikiran kita. Jika pikiran kita bersikap terbuka dan apresiatif terhadap harta dan kekayaan, akan ada kekuatan positif yang akan mendekatkan kita dengan sumber-sumber rezeki yang tak terduga.

Sebaliknya, jika pikiran – apalagi alam bawah sadar kita – bersifat apriori terhadap harta (seolah-olah harta itu sumber keburukan) dan karena itu layak dijauhi, maka pikiran negatif itu akan memberikan sinyal pada alam semesta. Sinyal kuat agar hidup nyata Anda benar-benar dijauhkan dari harta dan rezeki.
Itulah kenapa kita harus berhati-hati dengan komentar seperti diatas.

Jika Anda sering berkomentar atau setuju dengan komentar seperti diatas, mungkin itu salah satu sebab kenapa : karir Anda mentok, gaji Anda ndak naik-naik, penghasilan pas-pasan, atau mau usaha tapi ndak kunjung sukses atau ndak berani memulainya.
Sebab alam bawah sadar Anda memang tidak menghendaki Anda untuk sukses dan bisa mengumpulkan tabungan sebesar 3 milyar.

Error #2 : Prasangka Negatif.
Mari coba kita baca ulang petikan tipikal komentar tadi :
“Ngapain punya tabungan milyaran kalau tidak bahagia, malah membuat anak-anak saling berebut harta. Hidup itu secukupnya saja, yang penting bahagia. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”
Kalimat dalam komentar itu sungguh pekat dengan prasangka buruk dan kedengkian.

Prasangka buruk bahwa seolah-olah harta hanya akan membawa ketidakbahagiaan dan masalah. Kedengkian yang amat halus : biar saya tidak sekaya mereka, tapi lihat, mereka hidupnya tidak bahagia.
Dan kalimat itu bukan saja pekat dengan prasangka buruk dan kedengkian, tapi juga ngawur : membuat generalisasi seolah-olah semua orang kaya pasti bermasalah dan tidak bahagia (jika komentatornya dulu ikut mata kuliah Statistik, pasti tidak akan lulus).
Nyatanya, puluhan riset empirik dengan ratusan ribu responden menunjukkan sebaliknya : kondisi finansial seseorang merupakan salah satu elemen paling kunci dalam menentukan kenyamanan dan kebahagiaan hidup.

Simpel saja : ke kantor dengan naik Fortuner sambil di-setir driver itu rasanya kok lebih nyaman dan happy dibanding harus pakai sepeda motor (kehujanan lagi) atau berjejalan di metro mini. Kalau ada yang bilang, berjejalan naik metro mini lebih membahagiakan, maka ada dua kemungkinan : orang itu sedang menghibur diri supaya hidup tidak makin pahit. Atau orang itu sedang halusinasi.

Tapi poin yang lebih serius adalah ini, komentar “…..ngapain hidup kaya, kalau hidupnya tidak bahagia” – menunjukkan kesombongan (seolah-olah gue pasti lebih happy dibanding mereka) dan prasangka buruk (seolah-olah banyak harta pasti akan membawa masalah – sebuah pikiran yang ajaib).
Dan kita tahu : kesombongan dan prasangka buruk (apalagi yang dibungkus dalam kalimat yang sok suci dan bijak) adalah resep yang akan kian menjauhkan kita dari rezeki yang berlimpah.

Error # 3 : False Assumption.
Kesalahan yang terakhir ini adalah error yang paling serius. Coba simak kembali petikan komentarnya : “Hidup ini tidak hanya sekedar memikirkan harta mas. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”
Mengatakan “harta tidak akan dibawa mati” adalah kesalahan serius yang berangkat dari prasangka negatif tentang harta kekayaan.

Harta insya Allah akan kita bawa mati jika harta itu kita belanjakan untuk menyekolahkan 1000 anak yatim, membangun mesjid, memberangkatkan haji orang tua, sedekah untuk orang tidak mampu, membantu korban banjir, membeli 10.000 buku untuk perpustakaan, dst, dst.
You get my point, right?

Mengatakan “harta tidak akan dibawa mati” adalah salah kaprah yang berangkat dari asumsi negatif : bahwa harta hanya melulu akan dipakai foya-foya dan hura-hura. Betapa salahnya. Betapa naifnya asumsi itu.
Komentar : “toh harta tidak akan dibawa mati” sudah terlalu sering kita dengar. Sebuah kalimat, yang kembali, secara implisit berangkat dari premis bahwa harta itu penuh dengan evil (keburukan), dan karena itu layak dijauhi.

Sayangnya, premis itu tidak sesuai dengan fakta. Sejumlah riset empirik membuktikan : semakin kaya Anda, maka semakin Anda rajin dan banyak bersedekah pada orang lain.
Penelitian itu berimpitan dengan studi lainnya yang menyebut : semakin kaya Anda, maka Anda akan cenderung makin banyak bersyukur. Penelitinya menulis : kemungkinan besar, orang yang makin kaya itu makin banyak bersedekah sebagai wujud rasa syukur mereka yang makin besar (Sonya, 2007).
Demikianlah tiga jenis error yang layak dicermati dari tipikal komentar yang sudah saya sebut diatas. Apa kaitannya dengan alam bawah sadar, mindset dan sumber rezeki juga sudah di-ulik.

Artikel :  Yodhia Antariksa, msc in hr management.

Profile

Blog ini bukan web resmi Perusahaan. Semua materi di dalamnya merupakan tanggung jawab pribadi penulis selaku mitra bisnis.
(Tri Sunaryo Hariadi)

Agen : 00919114
Unit : B2117
WA: 085101847661

Web resmi : http://www.allianz.co.id

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.